Diskusi Penggunaan Teknologi Hazton

Cukup menarik melihat pola tanam yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia, yang pada dasarnya semuanya bertujuan untuk menaikkan produktivitas lahan sawah yang ada. Metode Hazton akhir – akhir ini menjadi perbincangan oleh berbagai ilmuwan dan pelaku pertanian terkait dengan kelebihan dan kelemahan sistem ini.

DSC00326

Teknologi yang dicetuskan pertama kali di Kalimantan Barat oleh kepala dinas tanaman pangan dan hortikultura Hazairin dan stafnya Anton yang kemudian menamakan sistem ini gabungan nama keduanya atau ada juga yang menyebut kependekan dari Hasil Berton – Ton ini pada dasarnya  menyesuaikan sistem fisiologis tanaman itu sendiri dengan menanam 20 – 30 bibit per lubang tanam fokus pembentukan malai produktif dari indukan.

Produk benih padi lain dari Berkah Nandur

Bibit yang dipakai dalam sistem Hazton ini adalah bibit berumur 25 – 30 hari setelah semai dimana dengan bibit umur ini akan menguntungkan bagi petani di daerah rawan serangan keong namun sangat riskan terhadap serangan penyakit daun. Bibit dianjurkan ditanam dengan sistem legowo 2 : 1 atau legowo 4 : 1.

Paddy Field 1

Metode ini mempunyai berbagai konsekuensi yaitu bibit yang dipakai bisa mencapai 125 kg dibandingkan dengan sistem konvensional di sekitar 25 – 30 kg, dan  penggunaan pupuk  lebih banyak 10 – 25 %. Walaupun biaya produksi naik, namun diklaim petani masih untung dengan produktivitas panennya dimana di daerah Kalimantan Barat yang biasanya hasil rata – rata panen 3 – 4 ton per ha naik menjadi 8 – 10 ton per ha.

Sekali lagi semua pola tanam bertujuan untuk menaikkan produktivitas lahan, dan sangat mungkin dicapai hasil berbeda- beda di setiap daerah dikarenakan berbagai parameter (kondisi tanah, endemik hama penyakit, kebiasaan budidaya petani, dll)

Silahkan bagi rekan  petani yang mempunyai pengalaman menggunakan sistem ini untuk berkomentar di kolom bawah , agar petani lainnya dapat mempunyai pertimbangan lebih menggunakannya.

Terima Kasih

Produk benih padi lain dari Berkah Nandur

Testimoni konsumen

BERKAH NANDUR

 

 

2 thoughts on “Diskusi Penggunaan Teknologi Hazton

  • October 5, 2016 at 11:47 am
    Permalink

    saya pernah mencoba tanam metode hazton memang kebutuhan benih sangat banayak tetapi ada lagi yang perlu diperhatikan saat padi mulai berbuah padi mudah rebah

    Reply
    • November 7, 2016 at 2:03 pm
      Permalink

      Untuk kerebahan mungkin bisa diminimalisir dengan pemilihan varietas tahan rebah dan input budidaya yang menguatkan batang seperti KCL dan silikas serta pengurangan unsur N

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Order via Whatsapp