Penyebab Turunan Padi Hibrida Tidak Bisa Ditanam / Teknik Produksi Benih Padi Hibrida (Deptan)

Berkah Nandur
Berkah Nandur

Padi hibrida yang merupakan tanaman F1 hasil persilangan antara GMJ (A) dengan galur pemulih kesuburan (R) hanya dapat ditanam satu kali karena bila hasil panen hibrida ditanam lagi akan mengalami perubahan yang signifikan sebagai akibat adanya segregasi F2 sehingga pertanaman tidak seragam dan tidak baik. Oleh karena itu, benih F1 harus diproduksi dan petani juga harus selalu menggunakan benih F1.
Produksi benih padi hibrida mencakup dua kegiatan utama yaitu: produksi benih galur tetua dan produksi benih hibrida. Galur tetua meliputi GMJ, B dan R. GMJ bersifat mandul jantan, produksi benihnya dilakukan melalui persilangan GMJ x B. Galur B dan R bersifat normal (fertil), produksi benihnya dilakukan seperti pada varietas pada inbrida. Benih hibrida diproduksi melalui persilangan GMJ dan R.
Beberapa faktor yang mutlak harus diperhatikan dalam produksi benih padi hibrida adalah:

  1. Pemilihan lokasi yang tepat, yaitu bersih dari benih-benih tanaman lain, bukan daerah endemik hama dan penyakit utama, tanah subur, cukup air, mempunyai sistem irigasi dan drainasi yang baik, dan tingkat keseragaman (homogenitas) tanah yang tinggi.
  2. Kondisi cuaca yang optimum, yaitu:Suhu harian 20-30ºC, kelembapan relatif 80%, sinar matahari cukup (cerah) dan kecepatan angin sedang, tidak ada hujan selama masa berbunga (penyerbukan)
  3.  Isolasi dari pertanaman padi lainnya. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi penyerbukan dari polen yang tidak diinginkan, areal pertanaman produksi benih harus diisolasi dari pertanaman padi lainnya. Ada tiga macam isolasi yaitu: isolasi jarak, isolasi waktu, dan isolasi penghalang fisik.
  •  Isolasi jarak. Pada produksi benih F1 hibrida, isolasi jarak dengan pertanaman padi lainnya minimal 50 m, sedangkan pada produksi benih galur A minimal 100 m.
  •  Isolasi waktu. Pada isolasi ini perbedaan waktu berbunga antara pertanaman produksi benih dengan tanaman padi di sekitarnya minimal 21 hari.
  • Isolasi penghalang fisik. Pada isolasi ini dapat digunakan plastik sebagai penghalang dengan ketinggian 3 m.
Berkah Nandur
Berkah Nandur

4. Perbandingan jumlah baris antara tanaman A dan B pada perbanyakan galur A dan antara tanaman A dan R pada produksi benih F1.

  • Pada perbanyakan benih A, digunakan perbandingan baris tanaman 2B : 4-6A, dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Jarak tanam antar baris tanaman A terluar dengan baris tanaman B terluar adalah 30 cm. Jarak tanam di dalam baris B adalah 20 cm.
  • Pada produksi benih F1 hibrida, digunakan perbandingan baris tanaman 2R : 8-12A, dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Jarak tanaman A terluar dengan baris tanaman R terluar adalag 30 cm. Jarak tanam di dalam baris R adalah 20 cm.
  • Arah barisan tanaman. unutk meningkatkan penyebaran polen,arah barisan tanaman galur A dan B dibuat tegak lurus arah angin pada waktu pembungaan.

5. Pengelolaan Tanaman, terdiri dari:

  • Perkecambahan benih; Untuk produksi benih seluas 1 ha diperlukan benih : 15 kg galur A dan 5 kg galur B atau R. Rendam benih selama 24 jam, Angin-anginkan benih selama 24 jam, Tabur benih dengan kepadatan 50-75 g/m2 atau luas persemaian unutk 1 ha produksi benih : 300 m2 untuk galur A dan 100 m2 unutk galur B atau R.
  • Persiapan pesemaian, terdiri atas; Lumpurkan tanah pesemaian dua kali dengan interval satu minggu, buat bedengan setinggi 5-10 cm, lebar 1 m dan panjang sesuai petakan sawah, buat saluran pembuangan air dengan lebar 10 cm antar petak pesemaian, berikan 5-6 g pupuk NPK per m2 yang diaduk dengan tanah, berikan air setinggi 2-3 cm dan keringkan sekali waktu utnuk memperbaiaki vigor ( kekuatan) bibit, tingkatkan permukaan air sampi 5 cm unutk menekan gulma, buang gulma(rumput-rumput) yang ada pada pesemaian.

6. Pengolahan Tanah

Tanah diolah 15 hari sebelum penanaman bibit, pengelolaan tanah dilakukan untuk memperoleh tingkat pelumpuran yang tinggi

7. Penanaman

Prosedur penanaman bibit yaitu:

  • Bibit berumur 18-21 hari ditanam dengan jumlah bibit 1-2 batang per rumpun.
  • Dosis pupuk yang diberikan adalah 135 kg N; 45 kg P dan 45 kg K/ha. Pupuk diberikan tiga kali yaitu 1) pada saat tanam dengan memberikan 45 kg N dan seluruh dosis pupuk P dan K, 2) pada saat tiga minggu setelah tanam dengan memberikan 45 kg N dan 3) pada saat enam minggu setelah tanam dengan memberikan 45 kg N.
  • Pada produksi benih F1 hibrida, pupuk dasar dibeikan pada saat penanaman bibit galur A.
  • Airi tanah setinggi 5 cm dari permukaan tanah sampai 10 hari sejak tanam(Amirudin AB)

Sumber Petunjuk Teknis Lapang, Badan Litbang Deptan,2007

Semoga Bermanfaat

Produk lain dari Berkah Nandur

Cara Pemesanan klik disini

2 thoughts on “Penyebab Turunan Padi Hibrida Tidak Bisa Ditanam / Teknik Produksi Benih Padi Hibrida (Deptan)

  • May 8, 2015 at 7:58 am
    Permalink

    Terima kasih atas informasinya….bermanfaat sekali…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Order via Whatsapp